www.smkn1-sby.sch.id. Surabaya - Sehari setelah merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 H,  SMKN 1 Surabaya  laksanakan pemotongan hewan qurban dan rencananya akan berbagi dengan siswa-siswi dihalaman Sekolah, Jl. Smea No.4, Wonokromo, Kecamatan Wonokromo Surabaya, Kamis pagi (28/5/2026).

Ustadz Hermanto, S.Pd.I ketua panitia Idul Qurban SMKN 1 Surabaya

 

Dr. Drs. Anton Sujarwo, M.Pd Kepala SMKN 1 Surabaya disela-sela pemotongan hewan qurban mengatakan, rasa syukurnya karena pada tahun mampu melaksanakan pemotongan 4 ekor sapi dan 4 ekor kambing hewan qurban.

Adi Faeftri Yuniawan, S.Pd.I,. M.Pd WK. Kesiswaa SMKN 1 Surabaya

 

“Hari ini kita Bersama umat Islam di seluruh dunia memperingati hari raya Idul Adha dengan penuh rasa syukur dan dibalik kepedulian penyembelihan hewan kurban ini, tersimpan nilai-nilai luhur yang dapat dijadikan pedoman hidup sehari-hari kita sehari-hari,” terangnya. 

Dr. Drs. Anton Sujarwo, M.Pd Kepala SMKN 1 Surabaya bersama jajarannya

 

Lebih lanjut Kepala Sekolah memaparkan, bila perayaan Idul Adha tahun ini menjadi bukti bahwa SMKN 1 Surabaya tidak hanya sekedar mementingkan pendidikan akademis, namun juga membentuk karakter siswa melalui kegiatan spiritual dan sosial yang penuh makna.

Para ibu guru dan siswa tengah memotong daging qurban

 

“Penyembelihan dan penyaluran hewan qurban di SMKN 1 Surabaya merupakan wujud nyata dari nilai-nilai Islam yang diajarkan di sekolah, seperti kepedulian, kegotongroyongan, dan pengorbanan,” ucapnya.

“ Hal ini juga menjadi sebuah contoh yang baik, bagi para siswa untuk meneladani semangat berqurban dan menumbuhkan rasa cinta kasih terhadap sesame,” tambahnya.

panitia qurban tengah memotong tulang daging qurban

 

Sementara itu Ustadz Hermanto, S.Pd.I ketua panitia Idul Qurban SMKN 1 Surabaya mengatakan, melalui momen idul qurban ini, semata-mata mencari keridhoan Allah SWT serta melatih kita untuk salin berbagi karunia atau rezeki dari Allah SWT.

“Disamping itu makna yang tersirat bahwa memotong hewan qurban pada hakekatnya menyemblih sifat ego dan nafsu tercela kita,” tegasnya. (badar)